KEPALA SEKOLAH PIMPIN KEGIATAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Kegiatan belajar dari rumah (BDR) yang berkepanjangan karena kebijakan pemerintah akibat pandemi covid-19, memiliki dampak yang global termasuk dunia pendidikan. Karena situasi yang darurat tanpa persiapan segala sesuatu berjalan sesuai kondisi apa adanya. Belajar dari rumah, karena tidak adanya panduan yang jelas sehingga kegiatan rutinitas di sekolah yang selama masa normal dilaksanakan praktis lumpuh total dan beralih pelaksanaannya di rumah sehingga lingkungan sekolah ditinggalkan terbengkalai karena kekhawatiran merebaknya virus.

Sekolah yang ditinggalkan terbengkalai situasinya hampir sama dengan semua sekolah khususnya di daerah di luar perkotaan yang notabene masih rimbun dengan pepohonan. Sekolahpun berubah yang selama ini terjaga kebersihannya karena dirawat secara bersama-sama, berubah menjadi sekolah yang dipenuhi oleh sampah organik buangan dari pepohonan yang tumbuh lebat di luar lingkungan sekolah, diperparah lagi dengan tumbuhnya rumput yang mirip semak belukar menambah joroknya pemandangan. Mencermati situasi demikian kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bantaeng Bulukumba Haris, S.Kom,MM, membuat terobosan dengan melakukan sidak pada sejumlah sekolah dan terbukti dari beberapa sekolah yang dikunjungi di hari kerja umumnya pemandangannya jorok melalui postingan foto selfi dengan latar belakang lingkungan sekolah yang jorok. Nampaknya kunjungan yang serupa dengan ini dilakukan oleh beliau sekaligus menjadi peringatan bagi sekolah lain untuk berbenah.

Mengantisipasi hal yang demikian kepala UPT SMAN 11 Bulukumba Drs. Muhammad Saleh, M.Pd, segera bergerak cepat dengan menginstruksikan kepada segenap warga sekolah khususnya tenaga cleaning service, guru dan siswa untuk segera mengantisipasi keadaan lingkungan sekolah dengan melakukan kegiatan pembersihan di sekitar lingkungan sekolah. Beliau nampak terjun secara langsung ikut melakukan penataan lingkungan sekolah dengan melakukan penghijauan sekolah. Beberapa tanaman produktif nampak di tanam di pekarangan sekolah seperti durian, rambutan, manggis, sementara guru-guru ikut dalam kegiatan pembersihan sekolah bersama-sama dengan siswa melakukan pemangkasan pada tanaman yang sudah tinggi dan menanamam tanaman hias di pekarangan yang nampak masih gersang.

Di sela-sela kegiatan pembersihan kepala sekolah mengatakan bahwa SMAN 11 acapkali dicap sebagai sekolah gersang walaupun di sekelilingnya di luar pekarangan sekolah dikelilingi hutan bambu namun di dalam pekarangan sekolah sangat kurang tertata khususnya tanaman-tanaman yang dapat menunjukkan sekolah nampak asri. Harapan beliau semoga tanaman-tanaman yang sudah ditanam dapat segera tumbuh karena masih dalam masa musim penghujan sehingga dalam beberapa tahun ke depan sekolah sudah nampak perubahannya dan menjadikan sekolah tidak gersang lagi namun menjadi sekolah yang asri, sekaligus menjadi sekolah penghasil buah secara mandiri.